Kota Mamuju Sulawesi Barat



Kami hamza hamzi Kdi Akhirnya sampai di kota kecil ini,walaupun jarak tempuhnya sekitar 5 jam dari kampung halaman kami yaitu Polman..tetapi tempat ini yaitu Mamuju adalah tempat kenangan kami semasa kami menjadi artis daerah waktu lalu..

Daerah Kabupaten Mamuju, merupakan salah satu kabupaten yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 1959 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II di Sulawesi dalam wilayah pemerintahan Provinsi Sulawesi Selatan.

Mamuju adalah ibukota Provinsi Sulawesi Barat yang menyimpan sejuta khazanah. Dimulai dari letaknya yang sangat strategis, wilayahnya yang luas hingga kekayaan alamnya yang melimpah. Daerah ini memiliki wilayah yang membentang dari perbatasan Kecamatan Tapalang sampai dengan Kecamatan Karossa dengan panjang sekitar 204 Km. Mamuju berhadapan langsung dengan selat Makassar dan pulau Kalimantan di sebelah barat yang merupakan jalur ramai perdagangan nasional serta jalur darat trans Sulawesi pesisir barat yang merupakan jalur perdagangan utama yang mehubungkan kota-kota yang ada di pulau Sulawesi. Selain memiliki letak yang sangat strategis, Kabupaten Mamuju memiliki pula kekayaan alam yang melimpah meskipun hingga kini sebagian besar dari potensi yang dimilikinya belum terkelola dengan baik.

Adapun potensi sumber daya alam (SDA) yang dimiliki daerah ini berasal dari beberapa sektor yaitu, : sektor Pertanian dan Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan, perikanan dan kelautan, serta Sektor Pertambangan dan Energi. Selainnya itu, untuk menjangkau Kabupaten Mamuju yang juga ibukota Provinsi Sulawesi Barat yang merupakan Provinsi ke-33 di Indonesia dapat dijangkau dengan menggunakan pesawat udara yang berpangkalan di Bandara Tampapadang Kecamatan Kalukku sekitar 35 km dari kota Mamuju. Rute penerbangan dari Makassar - Mamuju - Balikpapan PP, dengan volume penerbangan setiap hari Senin, Rabu dan Sabtu setiap Minggu. Kendatipun Bandara Tampapadang masih berstatus bandara klas V, tetapi bandara ini telah memiliki Run Away sepanjang 1.260 meter dan dapat didarati pesawat jenis Cassa dan Fokker 28 yang mampu memuat penumpang sekitar 24 orang. Selain menggunakan transportasi darat seperti Bus dan mobil ukuran kecil, daerah ini juga dapat dijangkau dengan menggunakan alat transportasi laut seperti Fery dari Balikpapan (Provinsi Kalimantan Timur ), kapal laut dan sebagainya.

Faktor penunjang lain yang ada berupa sarana akomodasi seperti hotel dan penginapan meskipun baru sebatas kelas melati, restaurant dan rumah makan serta fasilitas telepon berupa Telkom dan telepon selular ( ponsel ) serta perbankan yang siap melayani kebutuhan calon investor yang berkunjung ke daerah ini. Khusus untuk Pariwisata, daerah ini juga memiliki potensi yang tak kalah dengan daerah lainnya. Potensi wisata itu berupa wisata bahari, wisata alam dan wisata budaya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar